BUMN EXPOSE di SUMATERA UTARA

Hey kawan-kawan!

Aku mau bercerita panjang nih. Pokoknya cerita aja. Tolong dibaca ya hihiihi

Mari diawali dengan kata belajar. Belum apa-apa udah belajar aja hahahaha

Teman-teman dan aku sedang belajar. Karena hidup sejatinya belajar sampai kapanpun. Belajar dari sekitar, belajar dari orang lain, pengalaman dll. Belajar itu bisa apa saja, darimana saja, tidak pandang bulu dan kapanpun waktunya. Entah yang benar-benar materi di kelas atau kampus, belajar ilmu kehidupan yang harus terjun langsung bermasyarakat, ilmu pengetahuan umum atau apapun. Mau bidang kita ataupun yang di luar disiplin ilmu kita. Walaupun tak ahli, yang penting minimal tahu dan sedikit mengerti.

So ? Dapat kesempatan untuk belajar dan berjalan bersama pemerintah, BUMN dan Rumah Perubahan dalam acara BUMN Expose : Expert Visit,  site visit atau kunjungan lapangan ke Sumatera Utara. Ikut gak ? Ikut lah!!!!! Kesempatan ! Kapan lagi coba!

Foto bersama Bapak Rhenald Kasali

Sampai cuti 1 hari dari kantor hehehe Karena acara di selenggarakan pada hari Jumat tanggal 08 Desember 2017 – Minggu 10 Desember 2017. Ini kesempatan langka, mana bisa di sia-siain. Mereka atau kementrian BUMN itu lagi show off, apa saja sih yang sudah pemerintah kita kerjakan, bangun dan usahakan untuk negara. Ini loh hasilnya. Mereka kasih lihat hasil, progress dan bukti yang pemerintah kerjakan dan apa saja  kontribusi dari BUMN untuk pembangunan nasional negara kita tercinta kepada kami, sekitar kurang lebih 40 orang dari berbagai kalangan.

Senang gak ikut ginian ? senang banget lah. Dikasih ijin masuk kunjungan ke dalam area-area vital negara itu langka loh. Siapa sih kami ? Siapa sih saya? Kalau tanpa acara gitu kemungkinan besarnya sih nol. Apalagi bersama orang-orang yang expert di bidangnya. Karena kami yang muda dan belia bukan dari pekerja pemerintah atau ada hubungannya dengan negara ya hehehe Ada pengusaha, penulis, dosen, peneliti, media a.k.a wartawan, warga social media dan tentu saja dari kalangan kementrian BUMN itu sendiri.

Contoh ya, ada Bapak Rhenald Kasali yang merupakan Komisaris Utama PT Angkasa Pura II, Ada Ustad Yusuf mansur beserta purtinya Wirda mansur, ada Dosen Universitas Indonesia dan kampus-kampus lain, om wendi dari kumparan , ada berita satu, senior Kantor berita Antara dll dll dll, ada kami juga yang muda2 ini. Ada Schode  , Mas Yudha senior pejalan,  nana , Albar, Jare, Dendy Harun, Dendy Barat Daya dan Faisal, lalu ada mba Sekar dan Iqbal dari tim Rumah Perubahan yang dididirikan Bapak Rhenald Kasali. Kami berdelapan  dari Jakarta, karena Ode sudah berlibur dan keliling Sumatera Utara sekitar 1 minggu sebelum acara ini.

 

Day 1.

 

So, dimulai dari Jakarta, Soekarno Hatta International Airport, kami terbang pagi menuju Sumatera Utara. Waw…… Bandaranya cantik ya. KNO , Kualanamu International Airport. Terletak di Deli Serdang, 26 km arah timur dari ibukota Sumatera Utara.

Setelah dari Kualanamu kami naik bis menuju Pelabuhan Kuala Tanjung. Ada yang menarik mata. Mata saya ya, karena saya agak takjub sepanjang jalan hanya melihat kelapa sawit. Kelapa sawit yang menguntungkan dan merugikan. Secara di kampungku Situbondo & Jember Jatim tidak ada kelapa sawit. Oh satu lagi jalan tol ini mulus dan lancar loh. Karena sepi sih hehehehe

Dari yang aku baca dari banyak sumber, Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi adalah jalan tol yang direncanakan menghubungkan MedanTebing Tinggi serta Bandar Udara Internasional Kualanamu. Jalan tol sepanjang 61,80 km ini merupakan bagian dari Jalan Tol Trans-Sumatera dan terbagi dalam 2 (dua) seksi, yaitu Seksi I (Medan-Perbarakan-Kualanamu) sepanjang 17,80 km dan Seksi II (Perbarakan-Tebing Tinggi) sepanjang 44 km. Seksi I dibangun pemerintah Indonesia sedangkan Seksi II dibangun Konsorsium BUMN yang terdiri dari Jasa MargaPembangunan PerumahanWaskita Karya, dan Hutama Karya. BUMN sudah kerja keras bukan ? Kita doakan segala pembangunan merata di Indonesia. Kita doakan segala hal baik untuk Indonesia.

Setelah itu kami makan siang dan berkunjung ke cikal bakal Pelabuhan terbesar di Sumut ini. Jarak 101 km dari bandara. Kurang lebih 2 jam paling cepat ya, tergantung kondisi jalan. Kesan pertama adalah PANAS!!!! Hahahaha secara lagi di daerah proyek ya, masih 90 % selesai. Diharapkan ke depannya menjadi pelabuhan pusat kargo internasional . Pelabuhan ini Tahap I dikelola  oleh PT Prima Multi Terminal, anak usaha patungan sejumlah BUMN, yang terdiri dari Pelindo I, PT Pembangunan Perumahan, dan PT Waskita Karya. Tahap I denger-denger akan segera di resmikan di April 2018 ini. Semoga segera bisa dimanfaatkan ya. Kita doakan hal baik lagi yuk untuk Indonesia. Jangan bosan.

Oke. Setengah hari sudah selesai. Lalu kami menuju ke PT. INALUM. Apa itu ? Pernah dengar?

PT INALUM adalah, PT Indonesia Asahan Aluminium Persero. BUMN yang bergerak dibidang peleburan Aluminium. Besarnya potensi kelistrikan yang dihasilkan dari aliran Sungai Asahan membuat Pemerintah Indonesia membangun PLTA di Sungai Asahan.

PT Inalum membangun dan mengoperasikan PLTA yang terdiri dari stasiun pembangkit listrik Sigura-gura dan Tangga yang terkenal dengan nama Asahan 2 yang terletak di Paritohan, Kabupaten Toba Samosir, Provinsi Sumatera Utara. Nah listriknya yang dihasilkan dari PLTA itu digunakan untuk pabrik peleburan ini. Inalum ini luas banget loh. Kurang lebih 200 ha di Kuala Tanjung, Kecamatan Sei Suka, Kabupaten Batu Bara, serta jaraknya kira-kira 110 km dari kota Medan.

Melihat proses dari peleburan bahan baku aluminium sampai menjadi aluminium cair yang di cetak dan menjadi 3 jenis aluminium membuat aku terpana. Aku kalau bukan bidangku sendiri, pasti terpana gitu hahahaha Karena sehari-hari hanya memakai bahan aluminium yang sudah jadi alias tinggal pergunakan saja, misal nih kayak panci, aluminium foil untuk makanan dll. Mana paham prosesnya dari awal peleburan hingga jadi. Betapa beruntungnya aku dkk bisa melihat salah satu dari proses yang panjang tersebut. Terima kasih banyak. Setelah puas berkeliling, kami melanjutkan perjalanan kembali untuk makan dan menuju ke hotel di Kota Medan untuk melepas lelah.

 

 Pose ala – ala formasi lengkap

Oh satu lagi, malam setelah dari pelabuhan dan PT INALUM, kami makan malam lalu geser lagi untuk makan buah durian di UCOK  DURIAN, sepuasnya !!! Hemmm, bayangkan semua pada worry tentang kolesterol. Secara juga kami pergi dengan senior-senior yang harus menjaga kesehatannya hehehe Well, dari beberapa literature yang dibaca sih, no kolesterol, tapi tinggi KALORI!!! Kami langsung tepar dhe di hotel karena “mabok” durian. Segeralah tertidur karena harus prepare esok pagi jam 6 harus ke Bandara Kualanamu lagi untuk ke Bandara Silangit.

Day 2

Oke, istirahat di hotel, mata tetap aja berat, bangun pagi, sarapan dan masih berasa nyawa belum kumpul. Oke. Diakui karena masih mengobrol dan tidur terlalu larut. Sekarang kami naik pesawat lagi. Kemana ?????? Bandara baru cuy. Baru saja diresmikan dan terpantau ramai loh.

Kualanamu ke Silangit international airport memakan waktu sekitar kurang lebih setengah jam. Terletak di Siborong-borong, Tapanuli Utara dan merupakan gerbang pariwisata ke Danau Toba. Kalau dari Medan ke Toba via darat 350 km atau 5-6  jam. Gila kan ? Memangkas waktu banget kalau naik pesawat!

 

Dari Silangit kami menuju PANATAPAN HUTA GINJANG, berjarak 8 km dan 15 menit dari bandara Silangit. Terletak di Desa Dolok Martumbur, Kec Muara, Tapanuli Utara viewnya bikin speechless…. Pertama kalinya melihat Danau Toba dan terpana….. I can’t describe it. Cukup aku yang tahu rasanya ya hehehehe Aku sempat memotret beberapa view, tapi pakai handphone aku yang tak seberapa bagus ini. Mohon dimaafkan ya kawan.

 

Hanya 15 menit disini lalu kami menuju Hotel Danau Toba International. Makan siang dan berangkat lagi untuk menyebrang menggunakan ferry untuk ke Pulau Samosir. Excited bangettttttt ! Siapa yang tak tahu pulau di tengah danau ? Dari aku sekolah dasar juga tahu. Namun kesempatan berkunjung  baru sekarang hehehehe Naik ferry atau kapal penumpang kayu tidak sampai 1 jam ya. Berasa di laut loh hehehehe Karena luas banget. selama di kapal dipandu dengan mas guide yang menceritakan sejarah daerahnya dll

 

Sesampainya di Pulau Samosir jalan kaki 10 menit menuju Desa Wisata Tomok, Parsaroan, Simanindo. Desa ini kompleks pertunjukan Patung Sigale-gale yang terkenal itu. Disambut tarian Tor-tor dan Kepala Desa Tomok. Bapak Kades Mangiring Sidabutar said, Kabupaten Samosir terdiri dari 104 desa dan 2 kelurahan. Dahulu kala, menjadikan desa ini maju dan terdepan itu sulit sekali. Dengan rayuan maut, desa ini menjadi Desa binaan PT Pelabuhan Indonesia atau Pelindo 1. Salah satu anak usaha BUMN. Dengan program CSR (Corporate Social Responsibility), desa dibantu dibangun, dipercantik, masyarakat di edukasi dan pembinaan kelompok sadari Wisata. Contoh, beberapa warga lokal dibawa ke Jogja untuk belajar bagaimana menservice tamu, bertutur kata dll. Pengalaman dari Mas Guide kami ya.

Penari Tor-tor dan Rumah Adat Bolon serta Patung Sigale-gale,

 

Jadi konon katanya, dari cerita Bapak Kades dan sumber yang aku baca,

Sigale – gale adalah patung atau boneka kayu dengan balutan busana adat Batak lengkap dengan kain Ulos yang dibuat mirip dengan Manggale, Putra Tunggal dan kesayangan Raja yang gugur di medan perang. Untuk mengurangi kesedihan sang Raja, akhirnya dibuat patung yang mirip dengan Putra Raja.

Patung tersebut ‘hidup’ karena para tetua memanggil roh Manggale yang membuat patung bisa bergerak. Raja Rahat akhirnya pulih dari sakitnya. Akhirnya boneka tersebut disebut Sigale-gale, yang diambil dari nama Manggale. Era modern ini tentu tidak menggunakan roh ya guys. Boneka digerakkan menggunakan sistem penggerak mekanis, sehingga boneka bisa menari.

Lalu ada komplek Makam Tua Raja Sidabutar, masuk komplek makam menggunakan Kain Ulos loh. Tidak punya ? Tenang. Kita dipinjamin kain ini kok guys. Ada 3 makam raja disini dan makam kerabat lainnya juga. Bapak Kades menjelaskan ada siapa saja sih di dalam komplek makam besar ini selain makam Raja Tomok dan siapa saja sih 3 raja tersebut. Centang ya. Pengetahuan bertambah deh!

Bapak Kades bercerita nih, dengarkan ya…

Plakat Desa Wisata yang ada logo BUMN dan Pelindo 1.

Sudah selesaikah acara kami setelah dari Pulau Samosir ? Ditutup dengan hujan angin kami kembali untuk menuju penginapan di komplek mess  di PLTA SIGURA-GURA dan TANGGA. Oke. Selama bersama senior-senior ini obrolan mereka berkualitas semua ya jika disimak hehehe Maklum, kepentingan yang dibicarakan alias bahasannya tentang negara. Kapan lagi mendengarkan mereka diskusi dan bercerita.

Esoknya, diawali pagi dengan dengan sarapan dan foto bersama ketika akan berangkat keliling area PLTA. Pakaian keselamatan kerja, helm, rompi tamu dan mengenakan sepatu. Udah mirip orang lapangan banget . Sesuai standar keamanan lah ya. Kami akan berkeliling menaiki bis PLTA. Oh ya! Foto selfie bersama Ustad Yusuf Mansyur dan adik iparnya, Basri, di depan lapangan golf area PLTA. Seger banget, sejauh mata memandang.

Udah naik bis dengan melewati jalan berliuk-liuk kami sampailah di Bendungan Penadah Air Sigura-gura yang berfungsi sebagai sumber air yang stabil untuk stasiun pembangkit listrik Sigura-gura. Air yang ditampung di bendungan ini dipergunakan di Stasiun pembangkit listrik Sigura-gura yang berada 200 m di dalam perut bumi dengan 4 unit generator dan total kapasitas tetap dari keempat generator tersebut adalah 203 MW dan merupakan PLTA bawah tanah pertama di Indonesia. Mulai dibangun pada bulan Mei 1978 dan selesai bulan Desember 1981. setelah itu kami naik bis lagi menuju PLTA yang di bawah tanah itu.

Aku tak akan berbagi foto terlalu banyak. Area vital Negara sih ya. Tapi foto handphone juga kurang memadai. Maklum hp jelek hehehe Yang jelas PLTA ini membuat takjub hehehe

 

Kita akan masuk melalui Terowongan Penghubung menuju titik peralatan-peralatan dibawah tanah seperti generator. Panjang Terowongan ini 908 meter dari pintu masuk sampai dengan pintu masuk ruangan generator.

Apakah ini ?

Kalau di kantor PLTA, kita dijelasin bagaimana prosedur kerja ruang kontrol PLTA itu sendiri. Seperti penampakan ini, rumit namun ini hal terpenting ya. Semua bisa di kontrol dari ruangan ini.

Kami berkendara lagi menuju PLTA Tangga dan bendungan Tangga. Bendungan Tangga ini ada di jaman uang kertas Rp100,00 berwarna merah ketika saya SD loh. Ah…. Ternyata saya baru mengerti ketika berkunjung. Telat. Bendungan berfungsi untuk membendung air yang telah dipakai PLTA Sigura-gura untuk dimanfaatkan kembali pada PLTA Tangga. Bendungan ini merupakan bendungan busur pertama di Indonesia. Stasiun Pembangkit Tangga memiliki 4 unit Generator. Total kapasitas tetap dari keempat generator tersebut adalah 223 MW.

 

 

So, itu rangkaian acara terakhir yang kami lakukan di Sumatera Utara. Kembali ke Jakarta dengan tambahan ilmu dan pengalaman yang belum tentu bisa diulang kembali. Kami naik pesawat, Direct flight dari Siborong-borong alias Silangit ke Jakarta. Keren amat sih!

Lalu pertanyaannya adalah, APA YANG DIDAPAT DARI PERJALANAN BUMN EXPOSE INI ?

Untuk yang pernah pesimis atau ragu akan kinerja pemerintah tentu keraguannya sedikit sirna. Karena melihat secara langsung kerja nyata dari apa-apa yang pemerintah kerjakan dan usahakan.

Untuk pengalaman memasuki area vital negara, itu adalah pengalaman langka! Saya ini warga biasa, tak punya kapasitas untuk masuk area penting jika tidak ada kesempatan begini. Pengalaman seperti ini tak akan bisa terganti oleh apapun bukan.

Untuk kesempatan bertemu orang-orang besar yang berpengaruh dengan negara ? Mendengarkan mereka diskusi ataupun bercerita itu juga sulit ya. Siapa sih saya. Tahu mereka juga dari televisi dan koran pas di Kampung. Bisa jumpa juga di luar nalar. Semisal, Bapak Komisaris Utama Angkasa Pura, Bapak Rhenald Kasali dan Ustad Yusuf mansyur.

Oh yang perlu digarisbawahi adalah, saya dari dahulu kala tidak pernah meragukan usaha-usaha pemerintah memajukan bangsanya. Karena saya pernah berkecimpung hampir 4 tahun di garis depan unit terkecil kesehatan pemerintah untuk warganya. Jangan ditanya bagaimana perjuangan teman-teman lainnya yang benar bekerja keras. Yang menciderai kinerja semisal korupsi hanya oknum-oknum tertentu saja. Rata-rata orang besar dan pemilik kepentingan pemerintah dan negara ya.

Setiap pemerintahan tentu ingin negaranya menjadi lebih baik. Terkadang ada yang menyelipkan niat-niat lainlah ya tentunya. Niat buruk atau ingin untung misalnya. Kita tak pernah tahu. Tapi yang pasti masih ada orang baik yang benar-benar memikirkan rakyatnya. Saya harap demikian. Amin.

Negara kita sedang berproses, proses menjadi lebih baik. Ujug-ujug bisa baik gitu ? Gak mungkin! Menjadi baik dibantu dengan warganya, semua unsur masyarakat terlibat. Mau warga biasa sampai bupati. Tapi mau gak kitanya bahu-membahu bekerja keras menjadikan Indonesia lebih baik ?

Jawabannya kita sendiri yang memahaminya.

Dengan segala kerendahan hati dan dari hati terdalam, terimakasih banyak atas segala kesempatan yang diberikan untuk mengikuti kegiatan BUMN EXPOSE ini. Sehingga saya dkk bisa bercerita sedikit pengalaman baik ini. Terimakasih yang sebesar-besarnya kepada BUMN dan Rumah Perubahan milik Bapak Rhenald Kasali atas kesempatannya, team rumah perubahan, dan tentu saja sahabat baik kami, Schode  yang menjadi jembatan untuk perjalanan ini dan seluruh pihak yang terkait.

HASTA LA VISTA ! Semoga ada kesempatan lagi ya. See ya.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *