KELUARGA TAK SEDARAH

Hidup memang tak bisa diprediksi.

Mana bisa diprediksi ?

Anak perempuan dari desa macem saya yang besar  di kabupaten kecil, Situbondo, Jawa Timur pun enggan hidup di kota besar. Pernah berkata,

“Saya tidak mau hidup di kota besar, seperti Surabaya, apalagi Jakarta.”

Tak ada bayangan karena orang tua -mama- ingin saya jadi tenaga kesehatan dan otomatis saya tinggal di kota asal. Menjalani D3 Kebidanan dari 2009 sampai lulus kuliah. Lalu bekerja di Puskesmas kapongan, Kabupaten Situbondo. Sambil bekerja melanjutkan kuliah dengan gelar Sarjana Sains Terapan. Bekerja menggunakan hati dan jiwa sosial terpatri sepanjang hayat. Boro-boro mikirin pendapatan gede, wes itu pengalaman berharga yang gak bisa diganti apa-apa. Kapan-kapan aku ceritain ya. Segera.

2016. Akhir Maret. Hidup Tak bisa diprediksi datang.

Ada hal yang membuat harus bekerja mendadak di Jakarta. OH WHAT ? Mimpi aja enggak. hiks.

Prepareku kerja di Surabaya, bukan di Jakarta. Setelah pamitan mengharu biru di Puskesmas, pesawat jam 9 malam sedangkan jam 3 sore masih di Kampung. Situbondo – Surabaya 5 jam naek bis. Alhasil, diantar papa naik mobil.  Flight terkejar untuk interview di Jakarta esoknya. Mataku bengkak, parah. 1 menit nangis aja bisa bengkak. Apalagi harus berjam-jam seperti kemarin. Sedih dan kagetnya luar biasa….

Alhamdulillah segala hal dilewati dengan baik, kerjaan baik, teman-teman kantor baik, suasana kerja menyenangkan. Aman.

Bagaimana kehidupan sosial di luar kantor ? Diakui bahwa teman sosmed lumayan banyak ya. Tinggal berjumpa saja. Say hay sudah dari 2014an Kali ya. Karena pengguna Instagram dari 2012. Bertemu teman-teman instagram pertama sudah aku ceritakan di First Time. 

Nah awalnya itu, lalu berlanjut beberapa waktu, maen bareng dan kenal kawan-kawan di Jakarta. Teamn itu banyak, tapi ada yang lebih sering jumpa. Terlalu sering ketemu jadi super dekat. Oh, seperti keterikatan keluarga. Bisa berbagi apa saja. Apalagi tawa dan hal-hal baik dan menyenangkan. Sebagian teman-teman sosmedku pun pasti sudah kenal nama atau muka juga lah ya sama mereka.

Jumpa atau kumpul ? Tak terhitung jam dan waktunya. Hari bersama, waktu, tempat, dimanapun, kapanpun.

Momen apa ? Apapun. Pagi, siang, malam. Mau ultah, dinner, sarapan, tidur, lunch, jualan Kain tenun, pantai, gunung, camping, hotel, gudang kain, Kota, desa, touring motor, mobil, atau pindah tidur di rumah mereka.

24 jam bersama ? Jangan ditanya.

Kalau mama ku seringnya heran. Sering jumpanya cuma pindah tidur doank. Mau tempatnya bagus gimana tidurnya juga ikan pindang hahahaha Macem di tenda dempetan.  Basecamp utama di Gudang Kain, rumah Jare, rumah Ode. Anak rumahan banget kan ? Bisa seminggu pindah tidur ramean. Rekor adalah seminggu pindah tidur di rumah Ode.

Awalnya beberapa orang, menjadi besar dengan latar belakang suku, pekerjaan, pendidikan, asalpun berbeda. Karena kami pun beberapa anak rantau jadi wajar sih ya waktu luang dipakai berjumpa. Seringnya ya sama mereka jumpanya. Domisili mencar-mencar mah tak ada masalah. Family time juga pasti ada. Karena aku juga punya om disini. Maen ke rumah om sekitar 2 – 3 minggu sekali.

Perlu dijelasin lagi  ? Terkadang ada banyak orang baik yang akan menjadi keluarga.

It’s not family by blood, but family by heart. 

Aku bagikan foto-fotonya ya, sudah terlihat bukan ? Moment apapun. Ini foto mungkin nampang di insta story saja. Since 2016 lah ya. Mungkin aku ceritakan satu persatu orangnya. Nanti.

Aku begitu percaya namanya jodoh pertemanan dan rezeki atau rejeki pertemanan. Jika menabur kebaikan kita akan bertemu dengan segala hal baik. Insyaallah….

God has a plan to made our life crossed each other’s.

Teman lain – teteh Bandung- yang sangat baik, berkata begitu. Kata-kata itu terngiang sampai selamanya. Coba kalau aku tidak pindah ke Jakarta ? Tak mungkin ketemu mereka. Karena memang keinginan kita belum tentu yang terbaik menurut yang punya kuasa alias yang punya dunia akhirat. Mana coba daftar keinginan yang belum terkabul? Jangan kecewa. Mungkin kita disuruh belajar menerima dan berusaha lagi. Perpindahan ke Jakarta ini tak mungkin disesali. Semua sudah jalannya.

Terimakasih untuk segala hal baik yang dibagi bersama. Me, love you so much gengs.

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *