GUNUNG GEDE & ALUN-ALUN SURYA KENCANA

Mungkin sudah sekian lama aku tidak hiking. Ini pun cerita September 2017.

Ajakan ke Gunung Gede begitu menarik hati.

Berangkat ? Berangkat! Daftar online ? Sudah donk, dibantu senior Mas Izwan hahaha

Singkat kata, ready to go!

Kami berenam, Faisal, nita, ojen, albar, mas izwan and me dari Jakarta menuju Cibodas.

Singkat kata nih kita udah sampai. Sebenarnya ada banyak jalur kemari. Jalur Cibodas, Gunung Putri dan Sela Bintana. Tinggal pilih aja mau lewat mana.

 

Taman Nasional Gede Pangrango via Cibodas.

 

Kala itu, harus periksa dan mengambil surat keterangan sehat di Klinik  Edelweiss milik Balai Besar Taman Nasional Gede Pangrango, jl raya Cibodas, Cianjur, Jawa Barat. Setelah antri untuk diperiksa oleh perawat seputar tinggi badan, berat badan, tekanan darah, pertanyaan seputar penyakit bawaan seperti asma, jantung dll, surat keterangan kita peroleh dan di fotokopi di kios area Tamnas.

Untuk 2018 sudah tidak perlu ya gengs. Sudah bisa diambil di masing-masing pintu masuk ya, di resort masing-masing jalur.

Karena kami rencana lintas jalur, naik via jalur gunung putri dan turun via cibodas, maka kami harus naik kendaraan umum berupa angkot ke gunung putri.

Jalur Gunung Putri, merupakan jalur terjal ,jarak tempuh berkisar 4-5 jam dengan jarak 6 km untuk sampai ke Alun-alun Surya Kencana. Naik pun udah siang sekali, sudah after Dhuhur , hampir jam 1 atau jam 2 gitu baru jalan. Rekor pendakian tersiang nih. Awalnya melewati perkampungan warga dan akan melewati kebun warga. Kebun wortel, bawang daun, kentang dll.

Pos pertama dekat perkebunan warga, ada basecamp dan Pos Informasi Lama, diperiksa simaksinya oleh petugas ya. Lalu ada Legok Leunca, Buntut Lutung, Lawang Sekateng , Simpang Maleber dan akan sampai di Alun-alun Surya Kencana Timur. Salahnya aku adalah, tidak mengabadikan terlalu banyak foto dari jalur pendakian. Aku biasanya tipe focus Jalan hahahaha

Yang diingat dari perjalanan ini nanjak aja terus, gak ada bonus dan gak kelar. Pohon dengan akar-akarnya yang lumayan ya.  Target segera sampai di Surken sebelum malam, atau maksimal jam 7 malam. Karena katanya lebih baik tidak kemalaman di jalur. Alhamdulillah jam 7 udah sampai di Surya Kencana. Sampai disana malah nongkrong di tenda yang menjual teh hangat dan gorengan donk, baru jalan lagi dan baru bikin tenda. Nikmatnya…..

Tenda mah tugasnya si laki-laki dibantu ala kadarnya oleh kami. Lalu kami tidur cantik dan pulas. Walaupun insiden si Nita menangis karena melihat hal tak kasat mata. Puk-puk……

Tak ada target  untuk summit di pagi hari atau sunrise di puncak. Karena kami kan niat turun lewat Cibodas, jadi ya ke puncak harus packing, bawa carrier lagi, sekalian turun. Masa iya mau bolak-balik hahahaha Capek uy. Kami pendaki tanpa target pasti, menikmati sekali…… Apalagi kalau di Alun-Alun Surya kencana. Padang Edelweiss luas sekali dan kebetulan cerah sekali, langit biru, angin dingin semilir…..

Diawali pagi dengan kopi, memasak lalu sebagian foto-foto… Mataharinya terang, langit sedang cerah sekali, udara sejuk, paru-paru lega sekali. Hidup berasa tenang. Nothing to lose…..

Packing-packing dan ke puncak. Sampai puncak jam 11 siang, panas cetar membahenol dah pokoknya.

Sampai puncak, ada yang jualan es donk hahahahaha Gilak! Es jeruk dingin di puncak gunung dan teriknya matahari. Luar Biasa. Gimana gak nambah jadi 2 gelas coba….

Foto-fotonya aku bagiin yah. Ada yang pakai handphone, foto albar, foto teman-teman.

 

Turun dari puncak lewat jalur Cibodas. Jalur panjang dan seperti turun tangga. Kakiku lelah sekali kalau jalur tangga berbatu dan membosankan. Nyeri kaki deh rasanya. Turun siang bolong sampai di Jembatan itu maghrib. Padahal kami berharap di basecamp seharusnya sebelum maghrib. Apa daya jalannya lemot hehehehe Alhamdulillah aman, tidak ada kejadian apa-apa. Sampai Isya’ di pos taman nasional dan langsung istirahat di warung tempat kami awal datang. Istirahat untuk tidur sebentar lalu kembali ke Jakarta.

 

Besoknya ? Senin masuk kantor lagi donk hahahaha Kaki pegel ya diem aja dhe.

Terimakasih untuk ramah – tamahnya Gunung Gede. Gunung Pangrango menyusul ya. Salam dari skuad kura-kura

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *